Analisis artikel kepemimpinan dan inovasi lembaga pendidikan
Nama : Bismika nuramanah Sholeh
Nim :19010103054
Prodi/smt/kls : MPI /III /B
KEPEMIMPINAN DAN INOVASI LEMBAGA PENDIDIKAN"
(pengalaman pondok Gontor VII putra Sulawesi Tenggara)
Artikel berjudul “kepemimpinan dan inovasi lembaga pendidikan”. ini menceritakan tentang inovasi pemimpin-pemimpin (kyai) pondok pesantren khususnya di Pondok Gontor VII Putra Sulawesi Tenggara yang merupakan jenis pesantren khalaf, praktek kepemimpinan kyai, fungsi pengarahan dan pengaruh seorang pemimpin terhadap pengikutnya target dan dari usaha-usaha sinergi potensi yang dilakukan pemimpin.
permasalahanya ialah: pondok pesantren (sekolah agama islam) masih menjadi pendidikan kelas kedua setelah sekolah umum.
Artikel ini dapat menambah pengetahuan pembacanya karena mengandung informasi yang berguna untuk kalangan banyak yaitu:
1. Bagi pondok pesantren lain: bisa di jadikan contoh atau pedoman meningkatkn kualitaas pondok
2. Bagi masyarakat : bisa dijadikan acuan tempat menempuh pendidkan (jalur agama islam)
3. Bagi pemerintah: bisa dijadikan sumbangsih dalam meningkatkan kualitas pendidikan indonesia
Secara nasionalnya, lembaga pendidikan islam (seperti: pesantren, madrasah, dan sekolah islam) masih di pandang sebgai “sekolah kelas dua” jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah umum sehingga dengan adanyaa inovasi-inovasi yang dilakuan oleh pemimpin-pemimpin pondok pesantren dapat meningkatkan mutu pondok pesantren dindonesia.
artikel ini menceritakan adanya peningkatan di pondok pesantren Gontor VII putra sulawesi tenggara diimana telah menerima siswa sebanyak 1500 orang untuk dijadikn santri, kemampuan berbahasa arab-inggris secara aktif, kewirausahaan dimana para santri telah dilatih untuk terampil dalam bidang kewirausahaan,kemandirian dan keuangan yakni penyelenggaraan pondok yang tidak bergantung pada bantuan dari luar, jaringan antar lembaga dimana pondok gontor VII memiliki jaringan aktar lembaga pendidikan.
Dilihat dari judulnya, “kepemimpinan dan inovaasi lembaga pendidikan” yakni mengacu kepada lembaga-lembaga islam yang ada diindoonesia untuk mngatur kembaali pendidkan agama islam yang ada diindonesia agar menjadi pusat pendidikan nomor satu .yaitu dengan cara meningkatkan fasiilitaas yang ada, keakktifan (partisipasii) dalam lomba-lomba,dan menjadi pusat pendidkan yang terbaik.
kepemimpinan Pondok Modern Gontor itu harus memenuhi 14 (empat
belas) kualifikasi:
1) Ikhlas. Merupakan sikap mental dari pemimpin terhadap setiap dan
peristiwa yang dihadapinya dengan sikap oftimis dan bersandar pada
keyakinan kepada Tuhan, Allah SWT.
2) Selalu mengambil inisiatif. Para pemimpin Gontor adalah orang-orang
yang selalu berdiri di depan baik dalam gagasan maupun tindakan.
3) Mampu membuat jaringan kerja dan memanfaatkannya. Pemimpin
Pondok Gontor menyadari bahwa keberadaan maupun kemajuan
pondok dipengaruhi oleh aspek luar, baik itu masyarakat, pemerintah,
maupun lembaga pendidikan.
4) Dapat di percaya.
5) bekerja keras dan bersungguh-sungguh
6) Menguasai masalah dan dapat menyelesaikan
7) Memiliki integritas tinggi
8) Memiliki nyali tinggi dan tidak takut resiko
9) jujur dan terbuka
10) Siap berkorban
11) tegas.
Artikel ini menceritakan data-data pondok pesantren Gontor VII putra secara lengkap. selain itu seharusnya gaya penulisannya lebih ditekankan pada persuasive, sehingga masyrakat lebih tehimbau lagi untuk ikut mengamati bahwa perlunya menyekolahkan anak di pendidikan pondok pesantren dan di harapkan kepada pemerinth untuk dapat membantuk dalam setiap keeksisann pondok pesantren.
Yang terjadi diartikel ini adalah digunakannya paragaf deskriptif untuk menggambarkan keadaan pondok pesantren diindonesia, dan hanya sedikit kalimat persuasive yang kurang kuat dalam sebagian paragraf.
Solusi dari saya untuk permasalahan secara garis besar yakni sbb:
Solusi dengan mengubaah sistem- sistem dalam mencapai tujuan tersebut. mendisiplinkan kegiatan yang ada di pondok tersebut, menjadi pemimpin yang inovatif dalam lingkup ponddok pesantren, memaksimalkan sarana prasaraa yang ada, rendahnya kualitas guru harus di bantu oleh pemerinntah yang memiliki wewenang yang lebih tinggi.
Harapan dari apa yang sudah saya baca mengenai kepemimpinan dan inovasi dalam pendidikan , agar pendidikan diindonesia khususnya pendidikan agama islam semakin meningkat menjadi lebih baik. Dengan syarat perubahan dilakukan melalui berbagai pihak yakni diri sendiri, pemerintah, maasyarakat dan yang paling enting ketua senat pondok pesantren tersebut untuk pendidikn Indonesia yang lebih baik lagi.
Komentar
Posting Komentar